Melihat lonjakan pendapatan yang tak terkira dari para wisatawan yang sengaja ingin melepas penat setelah seminggu bekerja di tempat rekreasi kreatif yang sekaligus menyajikan pengabadian momen, maka banyak pengelola lokal alias swadaya masyarakat sekitar mengarahkan setiap pemuda atau siapapun yang memiliki kapabilitas untuk membangun hal serupa.
Tidak hanya seputar pijakan selfie, banyak akhirnya yang mencoba mengembangkan hal lain seperti rumah terbalik, rumah hobbit, sepeda layang, transportasi air, hammock bertingkat, dan lain sebagainya agar semakin menarik para pengunjung. Ditambah lagi, sesi marketing meng-endorse semuanya via jejaring sosial terutama Instagram dengan foto-foto terbaik yang dapat membuat rahang seseorang terlepas melihatnya.
Hingga kini, sudah sangat banyak tempat-tempat wisata di dataran tinggi yang begitu mengandalkan fitur-fitur tersebut. Tak mau kalah, di dataran rendah para pegiat dari swadaya masyarakat lokal juga berbondong-bondong menghias tempat-tempat potensial yang berupa pantai.
Semua itu demi siapa? Demi pengunjung kata mereka. Untuk apa pengunjung datang? Pendapatan, tentu saja.


0 Komentar